PJK3 Resmi Kemnaker RI Sertifikasi Reguler System Management

Pelatihan Vendor Management System (VMS): Seleksi, Evaluasi, dan Kinerja Rekanan

Pelatihan Vendor Management System (VMS) dirancang untuk membantu manajer pengadaan, supplier relationship manager, dan tim audit operasional dalam membangun sistem tata kelola rekanan pemasok yang terstruktur, mulai da…

⏱️ 3 Hari Pelatihan 🌐 Online 🏢 Tersedia In-House Training ✓ Terakreditasi Resmi
🛡️ Terakreditasi Resmi Sertifikasi Reguler
Biaya Investasi Mulai
Rp 5.500.000 / orang
🏢 Tersedia Penawaran Khusus In-House & Grup Perusahaan
  • Sertifikat Resmi & SKP Kemnaker / BNSP
  • Modul Materi & Bimbingan Instruktur Ahli
  • Pelatihan Tatap Muka, Online, & In-House

Program

Deskripsi Program

Pelatihan Vendor Management System (VMS) dirancang untuk membantu manajer pengadaan, supplier relationship manager, dan tim audit operasional dalam membangun sistem tata kelola rekanan pemasok yang terstruktur, mulai dari tahap seleksi, registrasi, penilaian kinerja berkala (Vendor Performance Evaluation), hingga pembinaan mitra strategis.

Ketergantungan terhadap vendor yang tidak kompeten menimbulkan risiko keterlambatan produksi, penurunan kualitas barang, dan sengketa penagihan. Pelatihan ini melatih peserta menyusun matriks segmentasi vendor (Kraljic Matrix), menetapkan Key Performance Indicators (KPI) dan Service Level Agreement (SLA) yang realistis, melaksanakan audit berkala fasilitas vendor, serta mengelola program penghargaan atau pemutusan hubungan kerja (blacklisting) dengan aman.

Empat Kuadran Matriks Kraljic dalam Segmentasi Vendor

Tidak semua vendor harus diperlakukan sama. Mengalokasikan energi audit yang sama besar untuk pemasok kertas fotokopi dan pemasok bahan baku kimia utama adalah pemborosan waktu. Peserta dilatih mengelompokkan rekanan ke dalam 4 kuadran:

  1. Routine Items (Risiko Rendah, Dampak Finansial Rendah): Seperti perlengkapan kantor. Strateginya adalah otomasi pemesanan dan standardisasi e-katalog untuk meminimalkan waktu administrasi.
  2. Leverage Items (Risiko Rendah, Dampak Finansial Tinggi): Seperti bahan bakar atau armada truk umum di mana banyak pemasok tersedia. Strateginya adalah lelang kompetitif untuk menekan biaya terbaik.
  3. Bottleneck Items (Risiko Tinggi, Dampak Finansial Rendah): Suku cadang mesin spesifik dengan pemasok terbatas. Strateginya adalah mengamankan kontrak pasokan jangka panjang dan menyimpan persediaan penyangga (buffer stock).
  4. Strategic Items (Risiko Tinggi, Dampak Finansial Tinggi): Bahan baku inti produk Anda. Strateginya adalah kolaborasi intim, berbagi perkiraan kebutuhan, dan pembinaan mutu bersama.

Penilaian Kinerja Menggunakan Vendor Scorecard

Evaluasi rekanan harus didasarkan pada data faktual, bukan opini emosional staf. Pelatihan ini melatih perancangan Vendor Scorecard berbasis 4 dimensi:

  • Quality (Bobot 35%): Persentase barang yang lolos inspeksi penerimaan tanpa penolakan (reject rate).
  • Delivery (Bobot 30%): Ketepatan waktu pengiriman sesuai tanggal Purchase Order (On-Time In-Full / OTIF).
  • Cost & Invoicing (Bobot 20%): Ketepatan dokumen faktur dan stabilitas harga kontrak.
  • Service & Responsiveness (Bobot 15%): Kecepatan tanggap vendor saat timbul keluhan teknis darurat.

Program Terkait Pengadaan & Finansial

Rangkaian keahlian pengadaan dan administrasi komersial:

Kurikulum

Materi Pelatihan

  • 01Konsep Dasar Manajemen Hubungan Pemasok (Supplier Relationship Management - SRM)
  • 02Segmentasi Vendor Menggunakan Matriks Kraljic: Strategic, Bottleneck, Leverage, dan Routine Vendors
  • 03Penyusunan Kriteria Prakualifikasi Vendor: Legalitas Badan Usaha, Kapasitas Finansial, dan Rekam Jejak
  • 04Penyusunan Service Level Agreement (SLA) dan Key Performance Indicators (KPI) Kinerja Pemasok
  • 05Metode Penilaian Kinerja Vendor Berkala: Aspek Kualitas (Quality), Ketepatan Waktu (Delivery), Harga (Cost), dan Layanan (Service)
  • 06Audit Fasilitas Lapangan Vendor (Vendor Site Audit): Verifikasi Standar K3, Mutu Pabrik, dan Kapasitas Produksi
  • 07Manajemen Risiko Rantai Pasok: Mengurangi Risiko Ketergantungan pada Single-Source Vendor dan Rencana Kontinjensi
  • 08Program Pengembangan Vendor (Vendor Development Program) dan Insentif Kemitraan Jangka Panjang
  • 09Prosedur Pemberian Sanksi, Surat Peringatan, hingga Pemutusan Kontrak dan Daftar Hitam (Blacklist)
  • 10Studi Kasus Perancangan Sistem Evaluasi Vendor Menggunakan Scorecard Digital

Butuh Penawaran Resmi atau Pelatihan In-House?

Dapatkan silabus lengkap, proposal teknis, dan rincian diskon rombongan untuk perusahaan atau instansi Anda langsung via WhatsApp konsultan kami.

Konsultasi WhatsApp Gratis →

Pengembangan Kompetensi

Rekomendasi Sertifikasi & Lisensi K3 Terkait

Untuk melengkapi kualifikasi kerja di industri dan memenuhi kepatuhan regulasi keselamatan kerja, tenaga kerja dan pengawas juga disarankan melengkapi portofolio sertifikasi kompetensi terkait berikut:

Ringkasan

Informasi Pelatihan

KategoriSystem Management
ModeOnline
SertifikasiSertifikasi Reguler
Durasi3 Hari
HargaRp 5.500.000 / orang
PendaftaranVia WhatsApp

FAQ

Pertanyaan Seputar Pelatihan Vendor Management System (VMS): Seleksi, Evaluasi, dan Kinerja Rekanan

Jadwal Pelatihan Vendor Management System (VMS): Seleksi, Evaluasi, dan Kinerja Rekanan diselenggarakan secara berkala setiap bulan untuk kelas reguler publik (online maupun tatap muka) dan in-house training di perusahaan Anda. Hubungi tim kami via WhatsApp di nomor 0877-5915-1278 untuk mendapatkan jadwal batch dan silabus terbaru.

Investasi pelatihan Pelatihan Vendor Management System (VMS): Seleksi, Evaluasi, dan Kinerja Rekanan adalah Rp 5.500.000/peserta. Fasilitas mencakup sertifikat resmi, modul materi lengkap, pembinaan oleh instruktur profesional berpengalaman, dan konsultasi pra-pelatihan.

Sertifikasi Kemnaker diterbitkan melalui lembaga pelatihan yang ditunjuk Kementerian Ketenagakerjaan RI, umumnya berupa Sertifikat Kompetensi K3 disertai SKP (Surat Keputusan Penunjukan) untuk profesi tertentu seperti Ahli K3 Umum. Sertifikasi BNSP diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi, mengacu pada skema SKKNI. Keduanya sah dan diakui secara nasional — banyak perusahaan atau dokumen tender mensyaratkan salah satu secara spesifik, jadi sebaiknya dicek dulu sebelum memilih jalur sertifikasi.

SKP (Surat Keputusan Penunjukan) dan sertifikat kompetensi K3 dari Kemnaker umumnya berlaku 3 tahun sejak tanggal diterbitkan, dan dapat diperpanjang sebelum masa berlaku habis. Sertifikat BNSP mengikuti masa berlaku skema sertifikasi terkait, pada umumnya juga 3 tahun. Kami membantu proses perpanjangan — hubungi tim kami untuk detail dokumen yang diperlukan.

Sertifikat Kemnaker dapat dicek melalui sistem informasi resmi Kementerian Ketenagakerjaan, sedangkan sertifikat BNSP diverifikasi melalui portal resmi LSP penerbit. Wahana Totalita juga menyediakan halaman verifikasi sertifikat di /verifikasi/ khusus untuk alumni pelatihan kami.

Pendaftaran dilakukan via WhatsApp — tim kami mengirimkan info jadwal terdekat, syarat peserta, dan rincian biaya. Setelah konfirmasi, peserta mengisi formulir pendaftaran dan melakukan pembayaran sesuai instruksi yang diberikan.

Ya. Sertifikat Kemnaker maupun BNSP yang diterbitkan lembaga terakreditasi berlaku secara nasional dan lazim digunakan sebagai syarat teknis dalam tender pemerintah maupun proyek BUMN/swasta di seluruh Indonesia.

Baca Juga

Artikel Seputar Topik Ini

Tertarik dengan program ini?

Hubungi tim kami via WhatsApp untuk informasi jadwal, syarat pendaftaran, dan penawaran khusus perusahaan.

Daftar via WhatsApp